- Diposting oleh : Naufal Rafi
- pada tanggal : Mei 24, 2026
Madrasah Ibtidaiyah Manba’ul Huda Purwodadi lahir dari keprihatinan para tokoh NU
Purwodadi terhadap nasib pendidikan formal anak-anak setelah bubarnya Sekolah Rakyat
sekitar tahun 1965 karena keterlibatan sebagian besar gurunya dalam peristiwa G30S/PKI.
Atas musyawarah para tokoh tersebut, pada 16 Juli 1966 didirikan Madrasah Diniyah
“Jama’atul Ikhwan” di Dukuh Krandahan dengan sekitar 100 siswa dan kegiatan belajar siang
sampai sore hari. Pada tahun 1968, masyarakat dan pengurus berhasil membangun gedung
permanen di atas tanah wakaf Bapak Bahran di Dukuh Temanggungan, menyediakan lima
ruang belajar dan satu ruang guru, memindahkan jam belajar menjadi pagi–siang, serta
meningkatkan jumlah siswa menjadi 175 orang; saat itu nama lembaga berubah menjadi
Madrasah Wajib Belajar (MWB).
Perjuangan memajukan pendidikan tersebut memperoleh pengakuan Departemen Agama
melalui Piagam TERDAFTAR tahun 1978 dengan nama resmi Madrasah Ibtidaiyah
Manba’ul Huda dan pemindahan bangunan ke tanah wakaf Bapak Bahrun dan Bapak
Mawardi seluas 743 m² yang kemudian bersertifikat pada 11 Juli 1991. Status
madrasah meningkat menjadi DIAKUI sejak 30 Desember 1993, lalu DISAMAKAN
setelah akreditasi tahun 2000, hingga akhirnya meraih akreditasi A berdasarkan SK
BAP-SM Provinsi Jawa Tengah No. 220/BAP-SM/X/2016 tanggal 29 Oktober 2016 dan
sampai dengan saat ini MI Manbaul Huda Purwodadi tetap bisa mempertahankan
Akreditasi A dengan jumlah murid 704 siswa.